Langsung ke konten utama

SISTEMATIKA PENULISAN TUGAS PENELITIAN HADIS


BAB I. PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
B.       Teks Hadis Lengkap Dengan Terjemahannya
C.       Rumusan Masalah
D.      Tujuan Penelitian
E.       Metode Penelitian
F.        Sistematika Penulisan

BAB II. LANDASAN TEORI
A.      Terminologi Hadis
B.       Posisi Dan Fungsi Hadis
C.       Pembagian Hadis Dari Segi Kuantitas
1.    Hadis Ahad
2.    Hadis Mutawatir
D.      Pembagian Hadis Dari Segi Kualitas
1.    Hadis Sahih
2.    Hadis Hasan
3.    Hadis Doif
E.       Takhrij al-Hadis
1.    Pengertian
2.    Macam-macam Metode Tahrij
F.        Ilmu al-Jarh Wa al-Ta’dil
1.         Pengertian
2.         Beberapa Prinsip Penerapannya
3.         Tingkatan al-Jarh Wa al-Ta’dil Dan Implikasinya Terhadap Kualitas Hadis
G.      Tahammul Wa Ada’ al-Hadis
1.         Pengartian Dan Syarat-syaratnya
2.         Metode Tahammul al-Hadis Dan Implikasinya Terhadap Persambungan Sanad
3.         Redaksi-redaksi Ada’ al-Hadis.
4.         Redaksi ‘An dan Anna
H.      Kajian Shudhudh al-Hadis
1.         Pengertian
2.         Cara Mengukur Shudhudh al-Matn Dan Contohnya
I.         Kajian Muallal al-Hadis
1.         Pengertian Illat
2.         Cara Mengukur Muallal al-Matn Dan Contohnya
J.         Fiqh al-Hadis
1.         Sharh al-Hadis
2.         Ilm Mukhtalif al-Hadis (al-Jam’u, al-Naskh dan al-Tarjih)
3.         Pendekatan Tekstual Dan Kontekstual
4.         Pendekatan Haqiqi Dan Majazi
5.         Pemanfaatan Nalar Deduktif Dalam Memahami Hadis
6.         Pemanfaatan Nalar Induktif Dalam  Memahami Hadis
7.         Pemanfaatan Nalar Hermeneutika Dalam Memahami Hadis

BAB III. LAPORAN HASIL PENELITIAN
A.      Penyajian Dan Analisa Data
1.         Uji Kethiqahan Para Periwayat
2.         Uji Persambungan Sanad
3.         Uji shadh-Tidaknya Matan
4.         Uji Berillat- Tidaknya Matan
B.       Paparan Jalur Sanad Lain
C.       Analisis Simultan
D.      Fiqh al-Hadis

BAB IV. PENUTUP
A.       Kesimpulan
B.       Diskusi
C.      Saran Dan Rekomendasi
D.   Daftar Pustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SILABUS MATERI PAI DI SMP DAN SMA

RENCANA PEMBELAJARAN SATU SEMESTER (RPSS)
Mata Kuliah : Materi PAI SMP dan SMA SKS : 2 Semester/Kelas : 5 (Lima) Standar Kompetensi : Memiliki penguasaan materi PAI di SMP-SMA Kompetensi : Mata kuliah ini memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang materi PAI di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, sekaligus mendalami tentang materi PAI yang diajarkan di SMP dan SMA, setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai, mendalami, serta mempraktekkan dalam proses pembelajaran di SMP dan SMA.

TASAWUF (MISTISISME)

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Tasawuf adalah nama lain dari mistisisme dalam Islam. Di kalangan orientalis barat dikenal dengan sebutan sufisme, yang merupakan istilah khusus mistisisme Islam. Sehingga kata sufisme tidak ada pada mistisisme agama-agama lain. Tasawuf atau mistisisme dalam Islam ber-esensi pada hidup dan berkembang mulai dari bentuk hidup kezuhudan, dalam bentuk tasawuf amali, kemudian tasawuf falsafi. Tasawuf adalah aspek ajaran Islam yang paling penting, karena peranan tasawuf merupakan kunci kesempurnaan amaliah ajaran Islam. Memang di samping aspek tasawuf, dalam Islam ada aspek lain yaitu akidah dan syariah, atau dengan kata lain yang dimaksud dengan agama adalah terdiri dari Islam, iman dan ihsan, dimana ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan. Untuk mengetahui hukum Islam kita harus lari kepada syariah/fiqih, untuk mengetahui rukun iman kita harus lari pada ushuludin/akidah dan untuk mengetahui kesempurnaan ihsan kita masuk kedalam tasawuf. Oleh karena …

MEMBANGUN UKHUWAH DAN ISLAH MELALUI PAI DI SEKOLAH

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Pendidikan di Indonesia yang sudah berjalan sekian puluh tahun sejak kemerdekaannya disadari lebih menekankan pada dimensi kognitif mencetak manusia-manusia cerdas, terampil, dan mahir telah berpotensi melahirkan manusia yang berkepribadian pecah (split personality) dan integritas (split integrity).  Tidak mengherankan apabila kebohongan, manipulasi, korupi, serakah, kolusi, nepotisme, kerusuhan antar etnis, pembunuhan dan sederetan peristiwa lainnya selalu mewarnai berita di negara ini.  Dimensi-dimensi lain seperti afektif dan psikomotorik gagal diimplementasikan dalam sistem pendidikan sebagai ciri profesional yang mengintegrasikan antara intelektual, moral, spiritual tidak tercermin pada para lulusannya. Krisis identitas mewarnai individu-individu yang terlahir dari dunia pendidikan dan cenderung tidak percaya diri untuk menjadi dirinya sendiri. Masifikasi gelombang modernitas telah membawa siapapun termasuk dunia pendidikan untuk hanyut mengikuti m…