Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

KRITIK HADIS (Naqd al-Hadis)

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah Hadis (sunnah) bagi umat Islam menempati urutan kedua sesudah al-Qur’an, karena disamping sebagai sumber ajaran Islam yang secara langsung terkait dengan keharusan mentaati Rasulillah, juga karena fungsinya sebagai penjelas (bayan) bagi ungkapan-ungkapan al-Qur’an yang mujmal, muthlaq, ‘amm dan sebgainya. Kebutuhan umat Islam terhadap hadis (sunnah) sebagai sumber ajaran agama terpusat pada substansi doktrinal yang tersusun secara verbal dalam komposisi teks (redaksi) matan hadis. Target akhir pengkajian ilmu hadis sesungguhnya terarah pada matan hadis, sedang yang lain (sanad, lambang perekat riwayat, kitab yang mengoleksi) berkedudukan sebagai perangkat bagi proses pengutipan, pemiliharaan teks dan kritiknya.

PENDEKATAN SEMANTIK DALAM KAJIAN ISLAM (Kajian Atas Karya Toshihiko Izutsu: “God and Man in The Koran”)

I.PENDAHULUAN A.Tentang Buku Judul Buku        : Relasi Tuhan dan Manusia Judul Asli          : God and ManIn The Koran Pengarang          : Toshihiko Izutsu Penerjemah        : Agus Fahri Husein, Supriyanto Abdullah, dan Amiruddin Penyunting        : Amiruddin Penerbit             : PT. Tiara Wacana Yogya (Anggota IKAPI) Buku karya Prof. Toshihiko Izutsu ini merupakan kajian semantik terhadap konsep-konsep relasi tuhan dan manusia. Dalam melakukan analisis, penulis mengacu pada al-Qur’an. Sebagai penunjang analisisnya, Prof. Toshihiko Izutsu memberikan kutipan-kutipan puisi dari masa pra-Islam (jahiliyah) yang menerangkan bagaimana secara historik suatu konsep lahir, berkembang dan diantisipasi oleh al-Qur’an. Dengan demikian relasi tuhan dan manusia dijelaskan secara semantik-diakronik dan bagaimana konsep-konsep tersebut digunakan di luar bidang agama. Dalam penekanan pada aspek metodologis, yakni analisis sematik atas hubungan personal antara Tuhan dan Manusia, Ia memaparkan segitiga rela…

Pro dan Kontra Terkait Tafsir Ilmi

A.LATAR BELAKANG MASALAH Atas nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Segala puji bagi-Nya, pencipta segenap alam raya. Salam sejahtera semoga selalu terlimpahkan kepada insan mulia, nabi Muhammad saw, kepada keluarga, sahabat, serta semua pengikutnya sampai akhir masa. Suatu ketika Ibnu Mardawaih bersama Atha’ bertanya kepada Aisyah, “ya Aisyah.. Peristiwa apakah yang kiranya paling mengesankan dalam hidupmu bersama Rasulillah?” Yang ditanya tak bisa menjawab, yang ia bisa hanya menangis sedu. “Semua yang Nabi perbuat teramat mengesankan bagiku. Kalau aku harus menyebutkan yang paling berkesan adalah pada sutau malam, yakni malam disaat malam giliranku, ia tertidur berdampingan denganku. Kulitnya menyentuh kulitku. Lalu Ia berkata, “ ya Aisyah.. izinkan aku untuk beribadah kepada tuhanku”. Aku berkata, “Demi Allah, aku senang berada di sampingmu wahai Nabi, tetapi aku senang pula engkau beribadah kepada tuhanmu”. Maka Ia pergi berwudlu’, lalu berdiri melaksanakan shalat dan menangi…