Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Puasa dalam Tinjauan Biosains

Oleh: Prof Sutiman
27 Mei 2018 usai Tarawih, di Padepokan NKRI MalangManusia desain dari Sang Maha Pencipta adalah makhluk lapar. Ciri dari makhluk lapar secara anatomi dadanya lebih besar dari pada perutnya. Seperti binatang singa atau harimau, mereka baru keluar dari sarang dan makan ketika lapar  dengan menguras energi untuk dapat makanan serta mereka berhenti makan tidak menghabiskan makanannya sehingga banyak hewan yang mengikutinya untuk mendapatkan sisa makanannya.
Manusia secara teori biologi adalah makhluk nomaden suka berpindah pindah. Setelah manusia menetap, manusia berubah jadi kaum yaitu makhluk yang mukim yaitu menetap. Sehingga ada akibat perubahan perilaku ketika manusia menetap, manusia bercocok tanam dan mudah mendapatkan makanan. Manusia akhirnya tidak lagi sebagai makhluk lapar tetapi menjadi makhluk memamakbiak. Ciri dari makhluk pemamakbiak adalah perutnya lebih besar dari pada dadanya. Seperti binatang sapi dan kerbau, mereka makan tidak selalu pada kondisi la…

Dosen Asing di Kampus Tanah Air

Oleh: Nadirsyah Hosen[1]

Saya mau ikutan bahas topik ini. Sekitar 13 tahun saya berkarir di dunia akademik Australia, semoga pengalaman saya sejak post-doc sampai menjadi dosen tetap di negeri Kangguru, bisa jadi bekal untuk sedikit berbagi ceritaSaya tentu mendukung upoaya pemerintah RI untuk meningkatkan kualitas dunia perguruan tinggi di tanah air baik dari sudut teaching maupun research. Tapi apa perekrutan dosen asing merupakan jawabannya?Jawabannya bisa iya dan tidak, tergantung seberapa serius Pemerintah mempersiapkan program ini, dan seberapa jauh Pemerintah melihat dan menjawab akar persoalannyaMenurut saya perekrutan dosen asing untuk bekerja di tanah air harus melalui proses seleksi yang ketat dan sesuai dengan kebutuhan kampus di tanah air. Tidak bisa asal comot, mentang-mentang bule terus dianggap lebih berkualitas dibanding dosen lokalIni agar jangan sampai TKA yang bekerja sebagai dosen di tanah air hanyala…

Indonesia Salah Satu Negara yang Sebentar Lagi Punah

Jared Diamond, ilmuwan asal Amerika Serikat yang juga peraih penghargaan bergengsi Pulitzer 1997, dalam sebuah pidatonya pernah mengatakan bahwa negara seperti, Indonesia, Columbia dan Philipina, adalah contoh termasuk peradaban yang sebentar lagi akan punah.Nama lengkap adalah Jared Mason Diamond, lahir 10 September 1937. Ia adalah ilmuwan berkebangsaan Amerika Serikat dan penulis buku-buku ilmiah terkemuka. Bukunya yang berjudul Guns, Germs, and Steel yang terbit tahun 1997 meraih penghargaan Pulitzer. Meskipun berlatar belakang Fisiologi, Jared juga terkenal pada bidang Antropologi, Ekologi, Geografi dan Biologi cabang evolusi. Tahun 2005 ia masuk dalam daftar Top 100 intelektual terkemuka dunia.

RPS Materi PAI SMP dan SMA - PAI

NAMA PERGURUAN TINGGI NAMA FAKULTAS NAMA PRODI : Tarbiyah : Pendidikan Agama Islam (PAI) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER MATA KULIAH KODE Rumpun MK Bobot (sks) SEMESTER Tgl Penyusunan Materi PAI SMP dan SMA MPB056 - 3

Tidak Ada Istilah "Kritik Membangun"

Oleh : Prof .DR. Syamsul Ma'arif, MA - Guru besar IPB Bogor. Saya dulu sering mengkritik orang lain, dengan asumsi menurut saya, saya sendiri sudah merasa benar dan orang yg saya kritik salah.
Mengapa dulu saya sering mengkritik orang lain ?
Karena saya percaya & banyak orang percaya bahwa kritik itu, membangun.
Itulah mengapa sering kita mendengar orang berkata tidak apa asalkan Kritik Membangun.
Setelah usia semakin bertambah & saya mulai tertarik untuk belajar tentang buku 2x kebijaksanaan, saya terbelalak bahwa sebagian besar buku 2x Wisdom mengatakan bahwa sesungguhnya TIDAK ADA kritik yg MEMBANGUN, semua kritik itu bersifat menghancurkan, merusak & menekan perasaan orang yg dikritiknya.

KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT LUQMAN AL-HAKIM

Abstrak Loss of sense of trust, moral damage, rampant fight among students are the dynamics of education in the country. Declining quality of education not only from the ordinary, but also from the elite. Corruption, abuse of commission, drugs, drunkenness are phenomena that we often hear and are no longer taboo for us to witness. By teaching emotional intelligence in educational institutions and not overly elevating IQ is a solution at the moment. The balance of IQ, EQ, and SQ needs to be taught again, with the appearance of Luqman al-Hakim known for his wisdom. We can learn some lessons from him, such as how to investigate the adolescent of this nation properly. Kata kunci: Lukman Al-Hakim, kecerdasan emosional, hikmah, bijaksana

MODEL-MODEL PENGEMBANGAN PAI DI PERGURUAN TINGGI

ABSTRACT
Universities as autonomous educational institutions in the administration of education, made the development of this course will be submitted to the respective colleges. So that the implementation of the model of Islamic education among college one with the other universities are no exception can be different between the UB and the State University of Malang. Therefore in this study are the focus of research is; 1) how the Islamic education curriculum development at the UB and the State University of Malang; 2) how the learning system of Islamic education at the UB and the State University of Malang. This study uses qualitative approach, case study type with multi-site design, data analysis techniques in this study through the stages of data analysis of individual cases with the steps of data collection, data reduction, data presentation, and then draw a conclusion, after analysis of individual case data and then do the data analysis cross-site. These results indicate that the…