Langsung ke konten utama

Tips Hidup Tentram

*EMBUN PAGI*

*Ketenteraman hidup akan terasa, jika kita selalu rendah hati, ramah, tidak mencari musuh, saling menghargai*.
Tidak merasa PALING.............., paling penting, paling hebat, paling rajin, paling sibuk, paling berprestasi dan paling2 yang lain.
*"URIP SAK MADYO" dan saling menghargai , itulah yang sangat baik*.
_Salah satu kelebihan manusia normal dibanding dengan mahluk hidup yang lain adalah kemampuan_ *MENGENDALIKAN DIRI*
_*Jaga terus kelebihan tersebut, agar kehidupan berjalan dengan DAMAI dan SELAMAT*_.

Selamat pagi , selamat beraktifitas,
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT, tetap *aman, sehat, lancar dan barokah*.

Postingan populer dari blog ini

SILABUS MATERI PAI DI SMP DAN SMA

RENCANA PEMBELAJARAN SATU SEMESTER (RPSS)
Mata Kuliah : Materi PAI SMP dan SMA SKS : 2 Semester/Kelas : 5 (Lima) Standar Kompetensi : Memiliki penguasaan materi PAI di SMP-SMA Kompetensi : Mata kuliah ini memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang materi PAI di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, sekaligus mendalami tentang materi PAI yang diajarkan di SMP dan SMA, setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai, mendalami, serta mempraktekkan dalam proses pembelajaran di SMP dan SMA.

Silabus Materi PAI di SMP & SMA

RENCANA PEMBELAJARAN SATU SEMESTER (RPSS)
Mata Kuliah : Materi PAI SMP dan SMA SKS : 2 Semester/Kelas : 5 (Lima) Standar Kompetensi : Memiliki penguasaan materi PAI di SMP-SMA Kompetensi : Mata kuliah ini memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang materi PAI di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, sekaligus mendalami tentang materi PAI yang diajarkan di SMP dan SMA, setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai, mendalami, serta mempraktekkan dalam proses pembelajaran di SMP dan SMA.

MEMBANGUN UKHUWAH DAN ISLAH MELALUI PAI DI SEKOLAH

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Pendidikan di Indonesia yang sudah berjalan sekian puluh tahun sejak kemerdekaannya disadari lebih menekankan pada dimensi kognitif mencetak manusia-manusia cerdas, terampil, dan mahir telah berpotensi melahirkan manusia yang berkepribadian pecah (split personality) dan integritas (split integrity).  Tidak mengherankan apabila kebohongan, manipulasi, korupi, serakah, kolusi, nepotisme, kerusuhan antar etnis, pembunuhan dan sederetan peristiwa lainnya selalu mewarnai berita di negara ini.  Dimensi-dimensi lain seperti afektif dan psikomotorik gagal diimplementasikan dalam sistem pendidikan sebagai ciri profesional yang mengintegrasikan antara intelektual, moral, spiritual tidak tercermin pada para lulusannya. Krisis identitas mewarnai individu-individu yang terlahir dari dunia pendidikan dan cenderung tidak percaya diri untuk menjadi dirinya sendiri. Masifikasi gelombang modernitas telah membawa siapapun termasuk dunia pendidikan untuk hanyut mengikuti m…